Tak Banyak Kerusuhan Usai Pengumuman Hasil Pilpres AS, Bagaimana Tahun Ini?


 Warga Amerika Serikat bahkan juga dunia, saat ini sedang menunggu hasil akhirnya penyeleksian Presiden AS yang diadakan untuk 3 November 2020.

agen slot terkenal trik terbaru menang slot bagi pemula

Dalam kekhawatiran menunggu hasilnya keluar, beberapa pebisnis tengah menempatkan kayu lapis perlindungan di beberapa toko mereka selaku usaha antsipasi timbulnya tindakan protes massal serta perampokan.


Masalahnya usaha itu dikerjakan habis Presiden Donald Trump memberikan isyarat jika dia akan lakukan semua langkah yang kemungkinan untuk dikerjakan untuk mendelegitimasi hasil bila tidak tepat dengan yang diharapkan. Bahkan juga, dia juga lagi mendakwa bawah lawannya, Joe Biden, lakukan manipulasi. Begitu seperti mencuplik situs Curbed, Rabu (4/11/2020).


Sekarang ini, faksi kepolisian New York atau yang dekat diketahui dengan NYPD juga tengah menyiapkan keadaan genting militer tingkat rendah bila berlangsung beberapa hal yang tidak diharapkan meskipun hal seperti ini tidak pernah berlangsung awalnya.


Sesungguhnya, protes berkaitan pilpres di AS bukan benar-benar tidak pernah berlangsung awalnya. Tetapi, apa yang terjadi di periode lalu harus dilihat dari akar masalahnya.


Dalam liputan media massa yang diedarkan berkaitan dengan Pemilu AS seperti pada tahun 1860, 1864, 1968, 2000 serta beberapa yang lain, cuman sedikit ada tindakan protes yang meledak karena hasil pemilu.


Sudah pasti ada ketidaksamaan opini khalayak yang berlangsung sepanjang beberapa tahun itu, khususnya di tahun 1968.


Pawai antiperang berlangsung nyaris selama setahun, sesudah pembunuhan Martin Luther King Jr. di bulan April serta berkaitan dengan Pakta Nasional Demokrat di Chicago di bulan Agustus. Disamping itu, benar ada beberapa letusan protes pada pagi hari sesudah penyeleksian Richard Nixon, di mana tindakan protes tampil di seputar Rockefeller Centerdan di Times Square serta di Lafayette Park di seberang Gedung Putih.


Beberapa demonstran menyebutkan pemilu itu selaku "penipuan" serta "tipuan", walau mereka kemungkinan tidak mendakwa pemalsuan suara yang sesungguhnya, tapi lebih dari manipulasi Nixonian pada umumnya.


Di tahun 2000 di Florida, masalah paling besar yang berlangsung ialah kekacauan Brooks Brothers, di mana sekumpulan aktivis konvensional berdemonstrasi dengan keras dalam usaha untuk tutup perhitungan ulangi suara.


Berdasar laporan, semua disokong oleh GOP Establishment, dengan Matt Schlapp serta Roger Stone adalah sisi dari pelaksana.


Saat itu, bila menyaksikan dari liputan tahun 1860 serta 1864 di Times, tidak ada catatan kekerasan tingkat jalanan sesudah pemilu.


Seorang profesor riwayat di Kampus Boston, Bruce Schulman menjelaskan jika dia sepakat dengan hal itu walau ia secara cepat memperlihatkan, "di tahun 1860, mengakibatkan ialah pembelahan tujuh negara sisi selatan, yang mengakibatkan perang saudara! Jadi ada kekecewaan yang mengagumkan dengan hasilnya, tapi saya tidak bisa terpikir contoh protes Hari Pemilu. Serta tidak di tahun 1864 juga. "


Sarjana yang lain pelajari masa ini, Gideon Cohn-Postar yang disebut post-doctoral di Andrea Mitchell Center for the Study of Democracy di University of Pennsylvania. Dia menerangkan ada kejadian Pembantaian Wilmington, kejadian menakutkan tahun 1898 di mana kebrutalan secara eksplisit di turunkan hasil dari pemilu.


"Rekonstruksi telah lumayan banyak, dominasi kulit putih memperjelas kendalian serta di Wilmington, North Carolina, Afrika Amerika serta moderat kulit putih membuat partai fusi serta memenangi kendalian dalam penyeleksian kota. Serta beberapa minggu selanjutnya, sekumpulan besar masyarakat kulit putih kumpulkan senjata, terhitung senapan mesin - pemakaian senapan mesin yang paling dahulu! - serta berbaris lewat kota. Kami masih belum mengetahui seberapa banyak orang yang wafat."


Saat itu, prediksi meninggalnya capai 300 jiwa.


"Wali Kota serta petinggi yang lain diminta untuk memundurkan diri di muka senapan mesin. William McKinley, presiden Republik yang memberikan dukungan hak suara orang Afrika-Amerika, tidak lakukan apa saja," imbuhnya kembali.


Dalam tempat lain, tempat pengambilan suara kadang dipindah saat sebelum penyeleksian untuk menahan kekacauan.


Cohn-Postar menceritakan mengenai satu penyeleksian di Carolina Selatan tahun 1880 di mana "tempat pengambilan suara akan ada di aula pasar di mana beberapa orang menawarkan usaha mereka, serta sebab beberapa orang menginginkan kekerasan, ada tuntutan supaya dipindah ke gedung pengadilan. Serta walau ada [kekerasan], menurut saya tidak ada yang wafat. "


Perlawanan spesial itu, seperti pada Wilmington selanjutnya, ditujukan untuk kembalikan kekuasaan politik ke orang kulit putih.


Menurut Bruce Schulman, satu ketidaksamaan besar di antara dahulu serta saat ini ialah jika karakter pemilu di zaman itu secara inheren lebih bising.


Beberapa pimpinan lokal dari barisan etnis serta sosial serta barisan yang lain secara tidak resmi diwakilkan untuk sampaikan blok pemilih mereka: Seorang bos lingkungan Irlandia, ucapkanlah, akan dipandang sebab memperoleh beberapa ratus orang Irlandia kerah biru ke tempat pengambilan suara untuk pilih daftar Demokrat. Jadi sesungguhnya tidak ada protes, tetapi tentu ada kerusuhan.


"Ingat, pemilu era ke-19 di New York, serta di beberapa kota biasanya, akan tampilkan minuman mengandung alkohol dalam skala besar sebab demikianlah langkah Anda memikat pemilih ke tempat pengambilan suara. Akan ada perilaku yang gaduh, serta pasti beberapa pedagang akan tutup toko. Beberapa hal seperti makanan, musik, minuman penting untuk mengeluarkan simpatisan Anda."


Pemilihan presiden AS tinggal dua bulan kembali, membuat ke-2 calon presiden menggalakkan kampanye semasing. Petahana Presiden Donald Trump serta calon presiden Partai Demokrat Joe Biden berkampanye di beberapa negara sisi bersaing, semasing dengan pendekatan serta fo...


Postingan populer dari blog ini

Bloch’s Principle of Hope rewrites the history of humanity in an unexpected way.

Boeing machinists end strike after approving labor contract with 38% raises

Hati Hati Dengan Infeksi Pasca Amputasi