Percobaan Ketiga Joe Biden Capai Posisi Puncak di Politik AS, Bakal Menang Pemilu?


 Bekas Wakil Presiden AS Joe Biden, calon dari Partai Demokrat, menantang Presiden Donald Trump dalam pemilu untuk 3 November 2020 waktu Amerika. Penyalonan itu ialah yang ketiga kalinya untuknya untuk melangkah ke Gedung Putih, tapi untuk kali pertamanya berdiri selaku calon dari partainya.

agen slot terkenal trik terbaru menang slot bagi pemula

Mencuplik VOA Indonesia, Rabu (4/11/2020), bila Joe Biden menang serta dikukuhkan untuk Januari 2021, dia bisa menjadi kepala eksekutif ke-46 negara itu. Untuk waktu itu, ia akan berumur 78 tahun, Presiden AS paling tua yang sempat dipilih, melebihi Donald Trump, yang berumur 70 tahun saat ia masuk Gedung Putih.


Biden, sepanjang 36 tahun jadi senator serta orang ke-2 dalam instruksi Presiden Barack Obama sepanjang 8 tahun. Dia menaklukkan dua lusin anggota Demokrat yang lain untuk penyalonan itu. ​


Capres dari Partai Demokrat AS Joe Biden serta bekas Presiden AS Barack Obama memberikan isyarat untuk acara kampanye drive-in di Flint, Michigan, AS, 31 Oktober 2020.


Ia berkampanye selaku politisi kiri-tengah yang handal dalam mengangkat rumor sokongan perawatan kesehatan yang diperlebar untuk masyarakat Amerika. Tetapi, program yang diusulkan Biden bukan perawatan kesehatan universal yang diongkosi pemerintahan, sama seperti yang disuruh Demokrat.


Sepanjang beberapa bulan berkampanye, Joe Biden menjelaskan ia pengin akhiri pemerintah Trump yang dipandang" menyelimpang."


"Kami sedang berusaha untuk jiwa Amerika," kata Biden di situs kampanyenya. "Waktunya ingat siapa kita. Kami orang Amerika: kuat, ulet, tapi terus penuh keinginan. Waktunya perlakukan keduanya dengan bermartabat. Bangun kelas menengah yang pas untuk semuanya orang. Menantang penyimpangan kekuasaan mengagumkan yang kita saksikan.


"Waktunya mengeruk lebih dalam serta ingat jika hari-hari terhebat kita masih terhampar di muka," ucapnya.


Biden mencirikan Trump selaku pimpinan yang tidak pantas di dunia bebas, dengan menjelaskan, "Kini saatnya untuk cara memimpin yang disegani di pentas dunia - serta cara memimpin yang bermartabat dalam negeri."


Bila dipilih, Biden nyaris pasti hidupkan kembali lagi beberapa kesepakatan internasional yang diambil Trump, seperti Kesepakatan Cuaca Paris serta persetujuan nuklir Iran yang mempunyai tujuan untuk mengungkung peningkatan senjata nuklir Teheran.


Beberapa waktu lalu, Biden janji untuk pilih seorang wanita selaku pasangan wakil presidennya, serta ia memenuhinya dengan pilih senator dari negara sisi California, Kamala Harris. Harris adalah wanita kulit hitam pertama dalam Pemilihan presiden AS. Dia ialah turunan Jamaika serta India.


Kampanye Trump sudah membuat malu penyeleksian Harris selaku wakil Biden dengan menjelaskan, "Saat ini Kamala Harris berada di tiketnya, pengambilalihan sayap kiri radikal Joe Biden saat ini usai."


Di tengah-tengah wabah Virus Corona COVID-19 monumental yang menempa AS, kampanye Biden sampai sekarang ini tidak seperti kampanye AS biasanya untuk merebutkan bangku kepresidenan di era kekinian. Ia sejumlah besar kobarkan semangat pemilihnya dari tempat tinggalnya di Wilmington, Delaware. Tetapi, kadang-kadang dia terjun langsung ke Philadelphia, Pennsylvania, untuk menyampaikan pidato serta berunding berkenaan peraturan dengan sekumpulan kecil orang.


Atas anjuran ahli klinis, Biden menghindar kampanye yang diadakan secara besar sebab takut terjangkit atau menolong menebarkan virus corona bila beberapa orang bergabung untuk dengarnya bicara. Pakta Nasional Partai Demokrat sepanjang empat hari untuk Agustus 2020 dikerjakan secara virtual, tiada ajang yang umumnya dipenuhi oleh beberapa ribu simpatisan yang bersorak-sorai.


Perlakuan Trump pada wabah virus corona di AS jadi salah satunya konsentrasi pertempuran dengan Biden.


Trump pada awal tahun 2020 menyepelekan virus corona. Dia berkelit jika anjuran beberapa ahli kesehatan AS supaya menggunakan masker, bukan anjuran buatnya, walau Trump terkadang menggunakannya.


Belakangan ini, saat jumlah kematian di AS yang sudah capai lebih dari 174.000 orang, Trump berbicara, "Benar-benar semacam itu."


Biden mencela performa perlakuan Virus Corona COVID-19 Donald Trump, dengan mengatakan jika dia mengakui selaku "presiden periode perang" dalam pertempuran menantang penyakit menyebar. Tetapi, Biden menjelaskan Trump sudah "mengibarkan bendera putih" pada Virus Corona macam baru itu.


Postingan populer dari blog ini

Bloch’s Principle of Hope rewrites the history of humanity in an unexpected way.

Boeing machinists end strike after approving labor contract with 38% raises

Hati Hati Dengan Infeksi Pasca Amputasi